Faktor Penyebab Kista Ovarium Yang Paling Umum

Penyebab Kista Ovarium ,- Saat ini kista ovarium menjadi salah satu penyakit yang ditakuti banyak wanita. Karena kehadirannya yang sulit dideteksi dan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak wanita yang tidak sadar bahwa mereka menderita kista pada ovarium.

Padahal jika kista ovarium tidak segera ditangani dengan tepat dan benar, penyakit ini berpotensi berkembang menjadi kanker ovarium. Selain itu, kista ovarium juga dapat menganggu kesuburan seorang wanita. Untuk itu, sebelum penyakit ini terjadi. Yuk! Ketahui penyakit ini lebih dalam.

Penyebab Kista Ovarium Yang Paling Umum

Penyebab Kista Ovarium

Kista ovarium adalah suatu benjolan seperti kantung yang berisi cairan akibat dari pertumbuhan sel-sel yang abnormal. Dimana kista ini dapat berukuran kecil seperti kacang atau berukuran lebih besar seperti jeruk. Bahkan kista juga dapat berukuran sangat besar, sehingga membuat wanita yang mengalaminya terlihat seperti hamil.

Umumnya kista ovarium paling sering menyerang wanita pada usia reproduktif, namun dapat juga terjadi pada semua wanita di segala usia. Sebagian besar kasus, kista ovarium menyebabkan nyeri dan pendarahan jika ukuran kista lebih dari 5 cm. Pada kondisi ini mungkin diperlukan operasi atau pengangkatan kista.

Perlu diketahui, ada banyak jenis penyakit kista ovarium yang dapat terjadi pada wanita. Namun secara garis besar, ada dua jenis utama kista ovarium berdasarkan penyebabnya. Jenis kista ovarium yang dimaksud tersebut yaitu :

Kista Ovarium Fungsional

Jenis kista yang pertama yaitu kista ovarium fungsional yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista jenis ini paling sering terjadi, tidak berbahaya dan akan cepat hilang tanpa pengobatan setelah beberapa minggu.

Ada 2 jenis kista ovarium fungsional yang dapat terjadi yaitu :

  1. Kista Folikel

Setiap bulan, ovarium seorang wanita akan melepaskan telur yang bergerak ke tuba falopi dan kemudian menuju rahum (uterus), untuk dibuahi oleh sperma pria. sebelum telur matang dan dikeluarkan, telur tersebut dibentuk terlebih dahulu dalam struktur kecil di dalam ovarium atau disebut dengan folikel (semacam kantung).

Folikel ini berisi cairan yang melindungi telur hingga matang, setelah matang baru dikeluarkan. Namun terkadang, folikel tidak melepaskan telur sehingga tidak menyusut. Jika ini terjadi, folikel dapat berukuran lebih besar karena banyaknya cairan di dalamnya. Folikel yang membesar inilah yang kemudian menjadi kista ovarium jenis folikel.

  1. Kista Luteal

Kista luteal terjadi saat sisa jaringa folikel setelah melepaskan telur diisi dengan darah. Jenis kista fungsional ini dapat menghilang sendiri setelah beberapa bulan, namun terkadang kista juga dapat pecah dan menyebabkan pendarahan internal yang disertai dengan nyeri mendadak.

Kista Ovarium Patologis

Jenis kista ovarium yang kedua yaitu kista ovarium patologis. Dimana kista ovarium patologis ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan timbul akibat pertumbuhan sel yang tidak normal. Sebagian kecil, kista jenis ini bersifat kanker.

Kista ovarium patologis ini juga dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

  1. Kista Dermoid

Kista dermoid adalah jenis kista yang paling umum terjadi pada wanita yang berusia dibawah 40 tahun. Dimana kista dermoid ini bisa berisi berbagai jaringan, seperti rambut, kulit atau gigi, karena mereka terbentuk dari sel-sel yang membuat telur.

  1. Kista Adenoma

Jenis kista ini paling umum terjadi pada wanita diatas 40 tahun dan terbentuk dari sel-sel jaringan luar ovarium. Kista adenoma sering tumbuh pada ovarium bagian tangkai, yang bisa tumbuh hingga berukuran besar. Penanganan kista adenoma ini memerlukan pembedahan atau operasi.

Selain penyebab diatas, faktor lain yang dapat memicu terjadinya kista ovarium diantaranya :

  • Stres.
  • Faktor keturunan.
  • Kurang berolahraga.
  • Menderita endometriosis.
  • Sel embrio yang abnomal.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Perokok aktif dan sering konsumsi minuman beralkohol.
  • Pola makan yang tidak sehat, seperti terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak.

Sangat penting untuk mengetahui penyebab kista ovarium ini, sehingga risiko terjadinya kista ovarium pada Anda pun dapat diminimalisir. Pencegahan adalah cara terbaik untuk menghindari kista ovarium. Anda dapat mencegah kista ini dengan menerapkan pola hidup sehat.

Tidak hanya itu, untuk mencegah kista ovarium ini. Anda juga dianjurkan untuk menghindari makanan berlemak, berolahraga secara rutin, serta konsumsi makanan atau minuman yang mengandung antioksidan tinggi sehingga dapat menangkal radikal bebas yang berasal dari polusi udara.

Demikian artikel singkat kami tentang Faktor Penyebab Kista Ovarium. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu Anda agar terhindar dari kista ovarium yang bisa saja menyerang Anda.

Terimakasih telah berkunjung dan salam sehat. Jika artikel ini bermanfaat, harap share ke yang lainnya. 🙂

Posted by :

Obat Kista Ovarium Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *