Wajib Tahu! 6 Penyebab Anemia Defisiensi Besi yang Sering Terjadi

Wajib Tahu! Penyebab Anemia Defisiensi Besi yang Sering Terjadi

Wajib Tahu! 6 Penyebab Anemia Defisiensi Besi ,- Anemia defisiensi besi merupakan salah satu jenis anemia yang sering terjadi, dimana kondisi ini disebabkan karena kekurangan zat besi yang mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah.

Meskipun tergolong umum, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka menderita anemia defisiensi besi. Terdapat kemungkinan mereka juga telah mengalami gejala selama bertahun-tahun tanpa pernah mengetahui penyebabnya.

Untuk itu, disini kami akan memberitahukan Penyebab Umum Anemia Defisiensi Besi yang seringkali tidak disadari.Wajib Tahu! 6 Penyebab Anemia Defisiensi Besi

Penyebab Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup zat besi untuk membuat protein yang disebut hemoglobin (sel darah merah). Protein ini bertugas dalam membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh. Selain itu juga berperan dalam pembuangan karbondioksida dari sel-sel tubuh di paru-paru.

Bayangkan, jika tubuh Anda kekurangan sel darah merah (hemoglobin), maka otomatis penyebaran oksigen dan pembuangan karbondioksida dalam tubuh pun akan terganggu. # Wajib Tahu! 6 Penyebab Anemia Defisiensi Besi

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan penyakit ini, berikut 6 Penyebab Anemia Defisiensi Besi yang paling umum antara lain :

  1. Malanutrisi atau Gizi Buruk

Malanutrisi / gizi buruk ini merupakan penyebab utama anemia defisiensi besi di Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia terbiasa mengkonsumsi beras dan gandum sebagai makanan pokok dan kurang mendapat asupan zat besi khususnya yang bersumber dari hewan.

  1. Ketidakmampuan Menyerap Zat Besi

Bahkan ketika Anda mendapatkan cukup zat besi dalam makanan yang dikonsumsi, ada kemungkinan tubuh Anda menolak untuk menyerapnya. Hal ini karena penyakit celiac atau operasi usus, seperti bypass lambung yang dapat membatasi kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi.

  1. Kebiasaan Minum Teh dan Kopi

Dikalangan masyarakat Indonesia yang terbiasa minum kopi dan teh di kala senggang berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Karena teh dan kopi mengandung zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh manusia.

  1. Kehamilan dan Menstruasi

Pada wanita usia subur khususnya pada ibu hamil, anemia defisiensi besi merupakan salah satu bentuk anemia yang sering terjadi. Kondisi ini sendiri terjadi karena kehilangan darah ketika melahirkan dan pendarahan menstruasi yang berlebihan.

  1. Pendarahan Organ Dalam

Penyebab anemia defisiensi besi yang satu ini terjadi karena adanya gangguan / penyakit medis tertentu, seperti : tukak lambung, polip (pertumbuhan jaringan) di usus besar, atau kanker usus besar. Sering mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti aspirin juga dapat menyebabkan pendarahan di perut.

  1. Kebiasaan Mengkonsumsi Obat Antasida

Di Indonesia, banyak orang yang mengkonsumsi obat-obatan antasida akibat sakit maag atau gangguan pada asam lambung. Obat antasida yang dikonsumsi sebelum makan ini dapat mengurangi produksi asam lambung, dan hal ini juga justru berdampak pada turunnya penyerapan zat besi.

Meskipun anemia defisiensi besi ini dapat terjadi pada segala usia, namun ibu hamil dan wanita yang berada pada masa subur memiliki risiko tinggi untuk menderita penyakit ini. Jika Anda berisiko mengalami anemia defisiensi besi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah tes darah atau perubahan pola makan dapat membuat Anda menjadi lebih baik.

Apa saja gejala anemia defisiensi besi ?

Kebanyakan gejala anemia defisiensi besi dapat terlihat sangat samar pada awalnya dan bahkan penderitanya pun tidak menyadarinya. Tingkat keparahan gejala anemia defisiensi besi ini tergandung dari seberapa besar tubuh kekurangan zat besi. Berikut beberapa gejala anemia defisiensi besi yang dapat terjadi yaitu :

  • Muka pucat.
  • Sesak napas.
  • Mudah tersinggung.
  • Jantung berdetak cepat.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Kaki dan tangan terasa dingin.
  • Lidah bengkak dan terasa sakit.
  • Kuku mudah patah dan keriting.
  • Kelelahan dan kehilangan energi.
  • Kesulitan berkonsentrasi atau berpikir.
  • Sensasi kesemutan pada kaki dan tangan.
  • Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terkena infeksi.

Jika anemia defisiensi besi semakin buruk, gejalanya dapat termasuk keinginan untuk makan es atau hal lain yang bukan makanan seperti tanah. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda lebih lanjut.

Bagaimana Anemia Defisiensi Besi Diobati ?

Dalam melakukan pengobatan anemia defisiensi besi sendiri yang harus Anda lakukan yaitu menambah jumlah zat besi dalam tubuh. Untuk menambah jumlah zat besi ini, Anda dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi yang bisa Anda peroleh dari beberapa sumber bahan makanan berikut ini :

  • Buah-buahan kering, seperti : aprikot dan kismis.
  • Sumber hewani, seperti : hati ayam atau hati sapi.
  • Daging merah, seperti daging kambing dan daging sapi.
  • Sayuran berdaun hijau gelap, seperti brokoli dan bayam.
  • Makanan laut, seperti ikan laut, tiram dan kerang-kerangan.
  • Kacang-kacangan, seperti kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi => Cara Menambah Kadar Zat Besi Dalam Tubuh

Demikian informasi mengenai 6 Penyebab Anemia Defisiensi Besi yang dapat kami sampaikan. Semoga dengan adanya informasi ini dapat membantu Anda dalam memperoleh kesembuhan dari anemia defisiensi besi yang diderita.

Terimakasih telah berkunjung ke www.gamatkapsulasli.com, semoga lekas sembuh dan salam sehat 🙂

Wajib Tahu! 6 Penyebab Anemia Defisiensi Besi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *